INTEGRATED SYSTEM Balai KSDA Bengkulu

Search Here

BALAI KSDA BENGKULU RILIS E-PENANGKARAN DAN E-SIMAKSI

Bengkulu, 16 November 2017. Guna meningkatkan pelayanan perizinan di bidang konservasi sumber daya alam, Balai KSDA Bengkulu meluncurkan sistem pelayanan perizinan on line terpadu. Pelayanan perizinan meliputi perizinan penangkaran dan perizinan memasuki kawasan konservasi (simaksi). Kini, masyarakat dapat mengajukan peizinan via on line melalui alamat situs: http://bksdabengkulu.id. Acara peluncuran e-penangkaran dan e-simaksi dilakukan secara internal oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar dan dihadiri oleh seluruh Kepala SKW, Kepala KPHK, Kepala Resort dan Kepala Urusan Lingkup Balai KSDA Bengkulu.

Sistem pelayanan perizinan online merupakan upaya inovatif yang dilakukan Balai KSDA Bengkulu untuk mengatasi berbagai kendala dalam pelayanan publik. Kendala yang pertama adalah faktor geografis. Wilayah kerja Balai KSDA Bengkulu yang mencakup dua provinsi, Provinsi Lampung dan Bengkulu, menyulitkan upaya percepatan pelayanan publik. Harapannya, dengan pelayanan online, waktu tunggu akibat jarak geografis dapat dipangkas.

Banyak pengunjung kawasan konservasi berasal dari luar provinsi Bengkulu dan Lampung. Proses perizinan simaksi yang mengharuskan pemohon datang langsung ke kantor balai menjauhkan esensi pelayanan prima. Harapannya, dengan sistem online, calon pengunjung dapat lebih mendapatkan kemudahan dalam proses perizinan.

Sumber: Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 17 Nov 2017

BERDIALOG DENGAN MASYARAKAT DESA SEKITAR KAWASAN UNTUK PENYELAMATAN RAFFLESIA ARNOLDII

Bengkulu, 11 November 2017. Berselang sehari setelah Kabupaten Kaur menyatakan komitmen penyelamatan habitat flora Rafflesia bengkuluensis, kelompok masyarakat dan pemuda Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah juga melakukan aksi penyelamatan Rafflesia yang menjadi ikon/maskot Provinsi Bengkulu. Kegiatan penyelamatan dilakukan dengan melakukan “Dialog Pelestarian Habitat Bunga Rafflesia Bersama Masyarakat di Kawasan Habitat Rafflesia Taba Penanjung Kab. Bengkulu Tengah”. Diskusi in penting guna meningkatkan kesepahaman para pihak terutama kelompok-kelompok pecinta dan pelestari bunga Rafflesia di Kec. Taba Penanjung, Bengkulu Tengah.

Dialog ini bertempat di Kantor Desa Taba Teret Kec. Taba Penanjung Kab. Bengkulu Tengah, yang dihadiri oleh Kepala BKSDA Bengkulu Ir. Abu Bakar, Pelaksana Tugas Kepala KPHL Bukit Daun, Kabid. Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kab. Bengkulu Tengah. Selai itu hadir juga perwakilan Kelompok Pecinta Puspa Langka (KPPL) Bengkulu dan beberapa kelompok masyarakat pelestari Rafflesia di kawasan KPHL Bukit Daun.

Habitat Rafflesia yang menjadi obyek dialog ini adalah KPHL Bukit Daun dengan luas 96.125 Ha, CA Taba Penanjung I dan II seluas 3,7 Ha. Jenis Rafflesia yang tumbuh di habitat ini adalah jenis Rafflesia arnoldii yang merupakan jenis dengan ukuran terbesar dari semua genus Rafflesia.

Hasil dari dialog ini disepakati komitmen bersama untuk menyatukan kelompok-kelompok pecinta dan pelestari bunga Rafflesia di Kec. Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, dalam satu forum pengelolaan yang dilengkapi dengan perangkat peraturan yang disepakati Bersama. Peraturan yang akan dibuat harus dapat mengakomodasi hak dan kewajiban seluruh anggota forum. Harapannya, dengan terbentuknya forum para pencinta bunga langka, kegiatan kelompok-kelompok ini akan lebih terkoordinasikan dengan baik dan lebih efektif dalam mendukung pelestarian bunga Padma.

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 14 Nov 2017

KOMITMEN PENYELAMATAN FLORA ENDEMIK BENGKULU Rafflesia bengkuluensis

Bengkulu, 10 November 2017. Bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2017 lalu, tim gabungan dari Pemda Kabupaten Kaur (Provinsi Bengkulu), Balai KSDA Bengkulu dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Raflesia Kaur melakukan aksi turun lapang meninjau habitat Rafflesia bengkuluensis. Rafflesia bengkuluensis merupakan jenis endemik Bengkulu. Tim gabungan merespon laporan masyarakat terkait terancamnya habitat bunga endemik Bengkulu ini karena alih fungsi lahan. Pemkab Kabupaten Kaur dipimpin langsung oleh Bupati Kaur. BKSDA Bengkulu diwakili langsung oleh Kepala Balai, Ir. Abu Bakar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, semua jenis dari genus Rafflesia termasuk dalam jenis tumbuhan yang dilindungi. Di Provinsi Bengkulu, teridentifikasi 4 jenis Rafllesia yaitu Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia bengkuluensis dan Rafflesia hasselti. Dari keempat jenis tersebut, Rafflesia bengkuluensis merupakan jenis endemik/asli Bengkulu, namun habitatnya berada di lahan milik warga pada wilayah administratif Desa Manau Sembilan II Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Saat ini habitat Rafflesia bengkuluensis dalam kondisi terancam karena lahan/tempat tumbuhnya akan dijadikan kebun oleh pemiliknya. Tepat di lokasi tersebut, terdapat beberapa knop dari Rafflesia bengkuluensis yang tidak lama lagi akan mekar.

Bupati Kaur berkomitmen untuk segera melakukan upaya penyelamatan dan pelestarian flora langka endemik Bengkulu yang juga merupakan  ikon/maskot dari Provinsi Bengkulu. Namun demikian, Bupati Kaur mengharapkan dukungan Balai KSDA Bengkulu untuk berperan aktif dalam upaya konservasi bunga yang juga menjadi ikon Provinsi Bengkulu. Balai KSDA telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menggali opsi-opsi langkah penyelamatan habitat bunga tersebut yang tesebar di luar kawasan konservasi.

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 14 Nov 2017

DEKLARASI BERSAMA PELESTARIAN PULAU ENGGANO: MENGELOLA KAWASAN KONSERVASI BEYOND BOUNDARIES

Bengkulu, 28 Oktober 2017. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Masyarakat Adat Pulau Enggano mendeklarasikan komitmen bersama untuk penyelamatan dan pelestarian Ekosistem Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Deklarasi dilakukan oleh Kepala Lembaga Adat dan enam Kepala Suku Enggano serta disaksikan oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu, Camat Pulau Enggano, dan unsur TNI/Polri. Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar, hadir di Pulau Enggano didampingi oleh Kepala Subbagian TU, M.Mahfud, S.Hut., M.Sc., dan Kepala SKW I Curup, Jaja Mulyana, S.Sos.

Deklarasi Pelestarian Pulau Enggano tidak hanya komitmen melestarikan Kawasan konservasi Pulau Enggano, tapi seluruh area pulau. Terdapat lima (5) butir deklarasi yang dibacakan oleh Pa’buki (Ketua Lembaga Adat) Enggano. Pertama, Masyarakat Adat Enggano bersepakat melakukan penyelamatan sumber daya alam dan ekosistem Pulau Enggano sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, sepakat untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan konservasi dari kerusakan. Ketiga, areal peruntukan lain (APL) atau areal masyarakat yang masih berhutan akan dikelola berdasarkan hukum adat dengan mengedepankan asas kelestarian serta menolak penanaman kelapa sawit. Keempat, sepakat menjaga dan melestarikan jenis tumbuhan dan satwa liar asli Pulau Enggano dari perburuan dan peredaran illegal. Kelima, sepakat untuk menjadikan aspek kelestarian kawasan hutan sebagai bagian dari peraturan adat Masyarakat Adat Enggano.

Deklarasi pelestarian ekosistem Enggano ini merupakan perwujudan cara baru Balai KSDA Bengkulu dalam mengelola kawasan konservasi. Cara baru yang dimaksud adalah mengelola kawasan konservasi tidak hanya terbatas pada batas kawasan, namun pengelolaan kawasan berdasarkan kesatuan landskap kawasan (beyond boundaries). Luas kawasan konservasi (termasuk taman buru) mencapai 22.07% dari total luas pulau. Kawasan konservasi terletak di tepi pantai Pulau Enggano dan menempati sekitar 75% garis pantai Pulau Enggano.

Sumber: Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 10 Nov 2017

Copyright © 2017 - 2019 Balai KSDA Bengkulu. All rights reserved.