INTEGRATED SYSTEM Balai KSDA Bengkulu

Search Here

KONSOLIDASI PELAKSANAAN PROGRAM KERJA 2018, BKSDA BENGKULU LAKUKAN RAPAT KOORDINASI SELURUH UNIT KERJA

Bengkulu, 8 Januari 2017. Guna meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan tahun 2018, Balai KSDA Bengkulu menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan program kerja tahun 2018. Rapat dipimpin oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar, didampingi oleh seluruh pejabat Eselon IV lingkup Balai KSDA Bengkulu. Rapat dihadiri oleh seluruh kepala resort, kepala pos, kepala KPHK, kepala urusan dan pejabat fungsional lingkup Balai KSDA Bengkulu.

Rapat dibuka oleh Kepala Balai dengan penyampaian apresiasi kepada unit kerja terbaik tahun 2017 Balai KSDA Bengkulu. Terdapat beberapa kategori penghargaan yang diberikan yaitu kategori resort KSDA terbaik, KPHK terbaik, urusan terbaik, PEH terbaik, Polhut terbaik, dan penyuluh terbaik. Harapannya, apresiasi ini dapat memacu peningkatan kinerja seluruh unit kerja lingkup Balai KSDA pada tahun 2018.

Agenda selanjutnya adalah penandatanganan perjanjian Kinerja Tahun 2018 antara Kepala Balai KSDA Bengkulu dan Pejabat Eselon IV (Kepala Subbagian TU, Kepala SKW I, Kepala SKW II, dan Kepala SKW III). Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Pakta Integritas dalam pengelolaan keuangan antara Kepala Balai KSDA Bengkulu sebagai kuasa pengguna anggaran dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan penanggung jawab kegiatan lingkup Balai KSDA Bengkulu. Kepala Balai juga melantik beberapa pejabat baru pada unit kerja lingkup BKSDA Bengkulu.

Dalam rapat koordinasi, Kepala Balai menyampaikan arahan target kinerja tahun 2018 serta strategi pencapaian kinerja.  Program kerja tetap fokus pada dua hal utama, yaitu pengelolaan kawasan dan pengendalian peredaran TSL. Sebagai bentuk konkretnya, Program role model focus pada dua hal tersebut, yaitu role model pengembangan ekowisata di TWA Bukit Kaba dan role model pembentukan Wildlife Rescue Unit (WRU) Bakauheuni 24/7.

Perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan besar BKSDA Bengkulu ke depannya. Dibutuhkan kesigapan dari seluruh elemen Balai untuk dapat mengimbangi perkembangan tersebut. Salah satu respons kelembagaan yang dilakukan oleh Balai KSDA Bengkulu adalah pembentukan unit kerja yang secara khusus menangani Data dan Informasi. Unit kerja ini akan secara intensif memantau perkembangan informasi di dunia maya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Balai KSDA Bengkulu.

Kepala Balai meminta seluruh pegawai untuk membangun suasana kerja yang kondusif. Untuk mewujudkan suasana tersebut, Kepala Balai meminta seluruh pegawai untuk membangun komunikasi yang efektif, kesepahaman dan kepercayaan antar pegawai. Dengan modal sosial tersebut, beliau yakin bahwa program konservasi sumber daya hayati di Provinsi Bengkulu dan Lampung dapat terwujud dengan baik.

Sumber: Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Rasyidin, 21 Jan 2018

BKSDA BENGKULU LEPASLIARKAN SATWA DILINDUNGI

Bengkulu, 22 November 2017. Tim evakuasi satwa Balai KSDA Bengkulu SKW I Curup melepasliarkan satu ekor siamang di Hutan Taman Wisata Alam Bukit Kaba, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Tim yang terdiri dari sejumlah personil Polhut, PEH serta dibantu oleh masyarakat sekitar kawasan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Jaja Mulyana, S.Sos. Siamang yang dilepasliarkan ini merupakan hasil penyerahan masyarakat.

Beberapa hari sebelumnya, Rabu, 15 November 2017, petugas Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Bengkulu menerima penyerahan satu ekor satwa liar dilindungi jenis siamang (Symphalangus syndactylus). Penyerahan satwa dilakukan oleh salah seorang pejabat di Pemerintahan Kabupaten Rejang Lebong. Menurut penuturannya, hal ini dilakukan karena ia menyadari bahwa satwa tersebut dilindungi Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Dengan menyerahkan satwa tersebut, ia berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas khususnya di wilayah kabupaten Rejang Lebong. Ia menghimbau agar masyarakat yang masih memelihara satwa liar dilindungi, agar diserahkan ke Balai KSDA Bengkulu.

Proses evakuasi dan pengecekan kondisi kesehatan satwa dilakukan oleh Tim Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Rejang Lebong. Sebelum dilepasliarkan di TWA Bukit Kaba, dilakukan pengamatan kondisi prilaku satwa oleh personil PEH Balai KSDA Bengkulu. Hutan TWA Bukit Kaba khususnya wilayah Rejang Lebong merupakan kantong habitat siamang yang masih relatif terjaga keutuhannya.

Balai KSDA Bengkulu terus berupaya meningkatkan efektivitas sosialisasi dan edukasi terkait dengan upaya konservasi tumbuhan dan satwa liar. Kegiatan sosialisasi, koordinasi, penyadartahuan, pendidikan konservasi terus digalakan guna menyebarluaskan informasi mengenai status konservasi tumbuhan dan satwa liar. Harapannya, dengan terciptanya masyarakat yang memiliki cukup informasi (well-informed society), akan terwujud masyarakat yang sadar akan pentingnya keberadaan TSL dilindungi.

Sumber: Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 22 Nov 2017

KERJA BERSAMA PULIHKAN EKOSISTEM TWA SEBLAT

 

Bengkulu, 18 November 2017. Balai KSDA Bengkulu melakukan penanaman pohon untuk memulihkan ekosistem TWA Seblat, Provinsi Bengkulu. Penanaman dilakukan di area yang pernah terbakar seluas ± 26 ha. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17-18 November 2017. Kegiatan penanaman dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar. Turut serta dalam kegiatan penanaman adalah; Kepala Subbagian TU, M. Mahfud, S.Hut. M.Sc.,; Kepala SKW I, Jaja Mulyana, S.Sos.; dan Kepala SKW III, Teguh Ismail, S.Hut. M.A.,M.Eng. Tak kurang dari 60 orang pegawai Balai KSDA Bengkulu turut serta dalam kegiatan penanaman ini.

Kegiatan penanaman ini merupakan kerja bersama antara Balai KSDA Bengkulu, PT Alno Agro Utama serta masyarakat di sekitar kawasan. PT. Alno Agro Utama merupakan perusahaan perkebunan sawit yang berdampingan dengan TWA Seblat. Balai KSDA Bengkulu dan PT Alno Agro Utama memiliki perjanjian kerjasama dalam rangka Optimalisasi Pengelolaan TWA Seblat, yang salah satu bentuk kegiatannya adalah pemulihan ekosistem.

Sebagian kawasan TWA Seblat memerlukan pemulihan untuk mengoptimalkan fungsi dan perannya. TWA Seblat ditetapkan sebagai kawasan taman wisata alam pada tahun 2014. Sebelumnya, kawasan ini berfungsi sebagai hutan produksi dan hutan produksi terbatas. Akibat rezim pengelolaan kawasan periode sebelumnya, terdapat area berpenutupan lahan berupa semak belukar dan padang ilalang yang rawan terbakar. Terakahir kali padang ilalang TWA Seblat terbakar pada periode kering tahun 2017.

Pemilihan jenis yang ditanam dilakukan secara selektif. Jenis yang dipilih merupakan jenis-jenis yang disukai oleh beberapa satwa liar terutama burung seperti salam (Syzygium polyanthum).  Harapannya, penanaman jenis-jenis tersebut dapat memikat berbagai jenis burung untuk datang dan mendiami kawasan ini. Seperti telah dibuktikan oleh banyak penelitian, burung merupakan agen alami penyebar biji berbagai jenis flora yang justru akan lebih efektif merestorasi ekosistem kawasan.

Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Bengkulu,  Ir Abu bakar  menyampaikan, “Penanaman ini dilakukan untuk mendukung pengelolaan kawasan TWA Seblat, yang hasilnya mungkin tidak dapat langsung kita rasakan dalam 1-2 tahun ke depan. Tapi, InsyaAlloh akan kita rasakan dalam waktu 5-10 tahun yang akan datang”. Semoga kegiatan ini dapat semakin meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan TWA Seblat.

Sumber: Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 22 Nov 2017

BALAI KSDA BENGKULU GELAR PELATIHAN SISTEM SMART-RBM

Bengkulu, 16 November 2017. Guna meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi berbasis resort, Balai KSDA Bengkulu akan menerapkan sistem Spatial Monitoring and Reporting Tools (SMART), perangkat monitoring dan pelaporan berbasis spasial. Sistem ini merupakan sistem pengelolaan data kegiatan lapangan baik di dalam kawasan maupun di sekitar kawasan.

Untuk mendukung penerapan sistem ini, Balai KSDA Bengkulu menggelar pelatihan implementasi sistem SMART-RBM pada tanggal 15-17 November 2017. Pemateri dalam pelatihan ini adalah dua orang instruktur dari Wildlife Conservation Society-Indonesia Program, Ari Sutopo dan Wahyu Retno Safitri. Peserta kegiatan adalah seluruh kepala resort wilayah KSDA dan walidata seksi konservasi wilayah lingkup Balai KSDA Bengkulu.

Sejak tahun 2016, Balai KSDA Bengkulu telah meningkatkan upaya operasionalisasi resort-resort wilayah KSDA, sistem yang dikenal dengan sistem Resort Based Management (RBM). Beberapa kebijakan yang telah diambil adalah distribusi personil yang lebih proporsional, peningkatan sarana dan prasarana resort, dan memaksimalkan peran mitra. Operasionalisasi sistem RBM telah menghasilkan perbaikan pengelolaan kawasan yang signifikan diantaranya peningkatan PNBP wisata alam, dan penguasaan kawasan. Hanya saja, hasil kegiatan resort, terutama data-data spasial, belum terkelola dengan baik karena belum terstruktur secara sistematis.

Oleh karena itu, penerapan Sistem SMART-RBM ini penting untuk menghadirkan sistem pengelolaan data yang sistematis. Data yang dihasilkan oleh Sistem SMART-RBM diharapkan akan menjadi sumber data dan informasi untuk situation room Balai KSDA Bengkulu. Harapannya, sistem ini dapat menjadi jembatan antara kekuatan data informasi dan sistem pengambilan keputusan Balai KSDA Bengkulu.

Sumber: Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 17 Nov 2017

Copyright © 2017 - 2019 Balai KSDA Bengkulu. All rights reserved.