INTEGRATED SYSTEM Balai KSDA Bengkulu

Search Here

SATGAS BKSDA BENGKULU BERHASIL EVAKUASI BUAYA KE PUSAT PENYELAMATAN SATWA LAMPUNG

Bengkulu, 1 Februari 2018. Satuan tugas penanggulangan konflik satwa SKW III Lampung BKSDA Bengkulu berhasil mengevakuasi buaya muara dari Desa Rantau Jaya Ilir Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Satwa dilindungi tersebut ditangkap oleh warga desa karena memangsa beberapa hewan ternak milik warga. Dengan menempuh 4 jam perjalanan darat, buaya sepanjang lebih dari 3 meter tersebut dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) milik BKSDA Bengkulu di Bandar Lampung. Satgas tiba di PPS pada Kamis dini hari, tanggal 1 Februari 2018.

 

“Pada saat anggota satgas tiba di lokasi, buaya telah diikat dengan tali nilon dan kawat oleh warga. Agar tidak menyakiti dan melukai buaya, anggota satgas mengganti pengikat dari nilon dan kawat menjadi karet dan perekat” Ujar Bapak Rusmaidi, seorang Polhut senior yang tergabung dalam satgas penanggulangan konflik. Setelah dilakukan pengecekan kondisi, satwa tersebut dititipkan di Lembaga Konservasi Lembah Hijau di Bandar Lampung.

 

Konflik antara manusia dan buaya kerap terjadi di Provinsi Lampung. Beberapa kabupaten yang menjadi area rawan konflik diantaranya adalah Kabupaten Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Lampung Selatan. Pada beberapa kabupaten tersebut bermuara beberapa sungai besar dan terdapat rawa-rawa yang secara alami menjadi habitat buaya muara. Dibutuhkan koordinasi dan kerja sama dengan para pihak terkait dalam penanggulangan konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Lampung.

 

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 14 Feb 2018

BINA KEBERSAMAAN PEGAWAI, BKSDA BENGKULU GELAR LOMBA WEFIE BERSAMA ALAM

Bengkulu, 9 Februari 2018. Guna meningkatkan kebersamaan pegawai, Balai KSDA Bengkulu melakukan pembinaan pegawai lingkup Seksi Wilayah I di Pusat Konservasi Gajah Seblat, Bengkulu Utara. Pembinaan pegawai ini dilakukan oleh Kepala Balai Ir Abu Bakar, Kepala Subbagian TU M. Mahfud, S.Hut., M.Sc., dan Kepala SKW I Jaja Mulyana, S.Sos. Pembinaan kali ini digelar berbeda, karena diisi dengan lomba swafoto berkelompok (wefie) bertema Pesona TWA Seblat. Sebagai pengingat, area yang menjadi Pusat Konservasi Gajah Seblat juga merupakan taman wisata alam. Acara diikuti oleh sekitar 60 orang pegawai Balai KSDA Bengkulu. Harapannya, pengabadian momen bersama dapat mempererat kebersamaan antar pagawai.

 

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, 7-9 Februari 2018. Hari pertama, kegiatan diisi dengan ramah tamah antar pegawai balai, seksi dan resort. Di PKG Seblat, terdapat 19 orang mahout, polhut dan PEH yang setiap hari bertugas menjalankan aktivitas PKG seblat. Hari kedua diisi dengan pembinaan oleh Kepala Balai yang berlangsung dalam suasana santai tapi serius dan bermakna. Pada sore harinya, seluruh peserta melakukan field trip ke dalam kawasan TWA Seblat dengan tugas utamanya adalah mencari point of interest kawasan dan ber-wefie. Malam harinya berlangsung kegiatan malam keakraban pegawai dengan menyalakan api unggun dan makan malam Bersama. Menu utamanya adalah kambing guling hasil kreasi para Mahout PKG Seblat.

 

Dipilihnya PKG Seblat sebagai lokasi pembinaan bukan tanpa alasan. Unsur pimpinan Balai KSDA Bengkulu menilai bahwa tugas harian pemeliharaan gajah di PKG Seblat sangat menguras energi dan waktu para Mahoout, Polhut dan PEH Balai KSDA Bengkulu. Selain itu, wilayah Bengkulu bagian utara (Kabupaten Bengkulu Utara dan Muko-muko) merupakan salah satu biodiversity hotspot penting di Provinsi Bengkulu. Selain PKG Seblat dan Resort KSDA Seblat, terdapat tiga resort KSDA di wilayah Bengkulu bagian utara yaitu RKSDA Air Rami, Air Hitam dan Muko-muko. Apresiasi dan dukungan perlu dialamatkan secara khusus pada seluruh personil Balai KSDA Bengkulu yang bertugas di wilayah Bengkulu bagian utara atas komitmen kerja dan kinerja yang ditunjukkan selama tahun 2017. Harapannya, kinerja akan terus meningkat pada tahun 2018.

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 14 Feb 2018

TERLUKA, SEEKOR KUKANG SUMATERA DIOPERASI TIM KESWAN BKSDA BENGKULU

Bengkulu, 1 Februari 2018. Tim Kesehatan Hewan BKSDA Bengkulu yang dipimpin oleh drh. Erni Suyanti harus melakukan operasi penanganan luka pada seekor kukang. Seekor kukang sumatera tersebut ditemukan warga dalam kondisi terluka di rumpun bambu di Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Setelah berkonsultasi dengan dokter hewan setempat, Tim evakuasi satwa SKW I BKSDA Bengkulu lantas membawa kukang malang yang terluka tersebut ke Kantor Balai KSDA Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut.

 

Melihat kondisi luka yang cukup serius, drh. Yanti memutuskan untuk segera melakukan tindakan operasi penanganan luka. Dalam situasi darurat, akhirnya ruangan kerja drh Yanti dijadikan ruang operasi sementara. Dalam operasi berlangsung selama 2 jam 45 menit, drh. Yanti dibantu oleh beberapa tenaga fungsional PEH BKSDA Bengkulu yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam penanganan kesehatan satwa liar. Selesai operasi, Kepala Balai KSDA Bengkulu Ir. Abu Bakar, Kasubbag TU M. Mahfud, S.Hut., M.Sc. dan Kepala SKW I Jaja Mulyana, S.Sos, datang menjenguk kukang malang tersebut. Saat ini, kukang tersebut masih dalam pengawasan intensif oleh tim kesehatan hewan BKSDA Bengkulu.

 

Penyelamatan satwa liar terutama yang dilindungi merupakan salah satu program prioritas BKSDA Bengkulu. Saat ini, Balai KSDA Bengkulu bekerja sama dengan Yayasan ASTI sedang membangun klinik dan pusat rehabilitasi satwa liar di Taman Wisata Alam Seblat, Bengkulu Utara. Tingginya tingkat kerawanan konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Bengkulu menjadikan keberadaan fasilitas kesehatan satwa liar menjadi hal yang krusial.

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 14 Feb 2018

BKSDA BENGKULU DAN MITRA MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN SATWA LIAR

Bengkulu, 24 Januari  2017. Balai KSDA Bengkulu dan mitra melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Acara digelar di halaman Kantor Balai KSDA Bengkulu, Jl. Mahoni No. 55 Kota Bengkulu dan dihadiri oleh perwakilan Kepolisian Daerah Bengkulu, Kepolisian Resor Bengkulu Utara, Satgas SDA LN Kejagung, Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Kejaksaan Negeri Bengkulu, Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Ditjen KSDAE dan Wildlife Conservation Society-Indonesian Program. Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Arief Aldi Warganegara turut hadir dalam acara ini.

 

Barang bukti yang dimusnahkan adalah satu lembar kulit harimau sumatera sepanjang 2 m lengkap dengan tulang belulang dan lima buah gading gajah dalam beragam bentuk. Pemusnahan barang bukti ini merupakan tahapan lanjutan dalam penyelesaian beberapa perkara tindak pidana perdagangan satwa liar. Diantaranya adalah tindak pidana perniagaan kulit harimau sumatera dengan pelaku Sabian dan Awaludin. Keduanya telah divonis penjara selama 3 tahun 6 bulan dan 50 juta rupiah (subsider 5 bulan penjara) dan 3 tahun dan denda 50 juta rupiah (subsider 5 bulan penjara).

Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar mengungkapkan bahwa proses penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan perdagangan satwa liar sudah cukup baik. Namun, masih diperlukan kerja keras dan kerja sama yang kuat dari berbagai pihak untuk samakin menekan jumlah perdagangan satwa liar di Provinsi Bengkulu.

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 25 Jan 2018

Copyright © 2017 - 2019 Balai KSDA Bengkulu. All rights reserved.