INTEGRATED SYSTEM Balai KSDA Bengkulu

Search Here

PATROLI SAPU JERAT SATWA LIAR BERSAMA PARA PIHAK

Bengkulu, 25 Februari 2020. Pasca ditemukannya 1 ekor Harimau Sumatera mati terjerat di Kab. Seluma Provinsi Bengkulu, BKSDA Bengkulu mendapat dukungan dari banyak pihak untuk melakukan patroli sapu jerat bersama di sekitar lokasi jerat. Personil patroli gabungan ini berjumlah 45 orang dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Seluma dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II-BKSDA Bengkulu bersama personil SKW II BKSDA Bengkulu (16 personil), Unit Reskrim Polres Seluma (5 personil), Babinsa, Babinkamtibmas, Perangkat desa dan masyarakat Desa Selingsingan (13 orang), satgas masyarakat peduli konflik satwa liar Desa Mekar Jaya (2 orang), Lembaga non Pemerintah WCS-IP (3 orang), dan Karyawan PT. Metatani Palma Abadi (6 orang).

Dari patroli ini Tim berhasil menemukan 2 (dua) jerat aktif yang masih terpasang dan 3 (tiga) jerat yang sudah tidak aktif. Untuk selanjutnya temuan jerat-jerat tersebut diamankan dan dievakuasi ke Polres Seluma untuk tindakan/pemeriksaan lebih lanjut. Dengan melihat hasil dari pelaksanaan patroli bersama, selanjutnya BKSDA Bengkulu dengan dukungan dan kemauan para mitra (masyarakat, Lembaga non Pemerintah “WCS-IP”, dan private sector/Perusahaan di sekitar kawasan hutan) akan secara rutin dan/atau berkala melakukan kegiatan sapu jerat, baik pada kawasan konservasi, Hutan Lindung/Hutan Produksi, konsesi perusahaan, maupun lahan masyarakat (APL).

 

Sumber: Balai KSDA Bengkulu-Lampung

Diposting oleh: Admin SITROOM, 04 Jun 2020

WANALAGA NALA 2020

Bengkulu, 25 Februari 2020. Dukungan Kepolisian Republik Indonesia dalam menyelamatkan hutan dan menjaga kelestarian satwa liar khususnya yang dilindungi undang-undang di tahun 2020 masih terus berlanjut. Dengan digelarnya Wanalaga 2020 oleh Kepolisian Daerah dan Kepolisian Resort di Provinsi Bengkulu sejak 17 Februari 2020 dan direncanakan sampai dengan 2 Maret 2020 diharapkan dapat menekan angka tindak pidana di bidang kehutanan di Provinsi Bengkulu.

Dalam tempo 1 minggu jumlah sitaan satwa dilindungi yang telah diserahkan ke BKSDA Bengkulu berjumlah 26 ekor dengan rincian 4 ekor Siamang (Symphalangus syndactylus) dan 22 ekor beberapa jenis burung di antaranya Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), Elang Laut Dada Putih (Haliaeetus leucogaster), Kasturi Kepala HItam (Lorius lory), Tiung Emas (Graculla religiosa) dan beberapa jenis Cica daun (Chloropsis sp). Untuk selanjutnya satwa liar serahan tersebut akan melalui proses rehabilitasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum dilakukan pelepasliaran kembali.

Dengan dukungan penuh dari aparat penegak hukum seperti ini diharapakan satwa liar dilindungi di Provinsi Bengkulu kelestariannya dapat tetap terjaga di habitat alaminya.

 

Sumber: Balai KSDA Bengkulu-Lampung

Diposting oleh: Admin SITROOM, 04 Jun 2020

AKHIRNYA “AKU” DAPAT HIDUP LIAR, KUKANG SUMATERA KEMBALI KE HABITATNYA

Bandar Lampung, 21 Februari 2020. Pelepasliaran satwa merupakan tahap akhir dalam proses rehabilitasi dalam rangka penyelamatan satwa liar hasil sitaan maupun penyerahan masyarakat, yang salah satunya adalah jenis Kukang Sumatera (Nycticebus coucang). Kukang adalah salah satu satwa liar yang dilindungi Undang_undang, dimana baru-baru ini BKSDA Bengkulu melalui Seksi Konservasi Wilayah III Lampung bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melepasliarkan satwa yang dikenal juga satwa Malu-malu ini ke lokasi habitat yang cocok dan aman di dalam Kawasan Hutan Lindung Register 39 KPHL Batutegi, Kabupaten Tanggamus.

Sebelumnya individu kukang yang dilepasliarkan ini adalah hasil sitaan dan penyerahan masyarakat sepanjang tahun 2019 yang berjumlah 15 individu dan telah melalui tahapan proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung BKSDA Bengkulu di Bandar lampung. Di antara individu kukang tersebut ada juga yang merupakan hasil patroli petugas Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Pringsewu bersama mitra PLN PT. Sarwa Karya Wiguna di Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran, Provinsi Lampung.

Hifzon Zawahiri, S.E.,M.M., selaku Kepala SKW III BKSDA Bengkulu menjelasakan “Menurut penuturan tim patroli PLN, kukang-kukang tersebut dievakuasi dari jalur kabel listrik karena berpotensi menimbulkan kerusakan dan gangguan yang dapat berujung pada pemadaman di sejumlah wilayah”. Kejadian kukang tersengat listrik sering terjadi di sejumlah lokasi di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak PLN dan YIARI guna mendapatkan solusi terbaik bagi kelestarian satwa liar kukang serta pelayanan kelistrikan oleh PLN tetap berjalan baik.

Sumber: Irhamuddin - PEH SKW III - Balai KSDA Bengkulu-Lampung

Diposting oleh: Admin SITROOM, 04 Jun 2020

BKSDA BENGKULU DAN PEMKAB KEPAHIANG TANDATANGANI KESEPAKATAN BERSAMA KEMITRAAN KONSERVASI DI TWA BUKIT KABA

Bengkulu, 21 Oktober 2019. Kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kaba dengan luas 14.650,51 Ha yang secara administratif berada di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, juga tidak luput dari perambahan, illegal logging maupun perburuan liar. Penyelesaian keterlanjuran perambahan kawasan oleh masyarakat dengan terbitnya Perdirjen  No. P.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi di KSA dan KPA ditindaklanjuti oleh BKSDA Bengkulu dengan penandatangan kesepakatan bersama Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam hal ini Kepala Balai KSDA Bengkulu dengan Bupati Kepahiang bersepakat dalam upaya pemulihan ekosistem bersama masyarakat dengan skema kemitraan konservasi. Pengelolaan hutan dengan melibatkan masyarakat yang terlanjur merambah dan mengarap kawasan diharapkan bisa menekan dan mengurangi kerusakan hutan dan di satu sisi masyarakat masih mendapatkan keuntungan ekonomi dari hutan.

Bertempat di ruang rapat Bupati Kabupaten Kepahiang penandatangan kesepakatan bersama tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah, SKPD, Forkopinda, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kapolres Kepahiang, Dandim Kepahiang, Camat serta kepala desa yang secara administratif merupakan lokasi kemitraan, Akar Foundation dan Petani perwakilan dari 4 Kelompok Tani calon kemitraan konservasi.

Dari 808 KK petani yang tersebar di 8 Desa di Kecamatan Kabawetan akan di proyeksi untuk Kemitraan Konservasi. Dan saat ini 4 kelompok tani yang mengarap di lahan + 200 Ha telah menyampaikan proposal serta memenuhi syarat untuk ikut skema kemitraan Konservasi dan sisanya akan menyusul dan sedang di siapkan oleh LSM Pendamping yaitu Akar Foundation. Sehingga paradigma pengelolaan hutan yang sudah berubah, dimana dulu masyarakat berkesan dijauhkan dari Kawasan hutan namun sekarang masyarakat dilibatkan perannya dalam pengelolaan hutan untuk terwujudnya hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

 

Sumber: Balai KSDA Bengkulu-Lampung

Diposting oleh: Admin SITROOM, 04 Jun 2020

Copyright © 2017 - 2020 Balai KSDA Bengkulu. All rights reserved.