INTEGRATED SYSTEM Balai KSDA Bengkulu

Search Here

PEMDA - BKSDA BENGKULU TANDATANGANI KESEPAKATAN PEMBANGUNAN STRATEGIS YANG TIDAK DAPAT DIELAKKAN

Bengkulu, 3 Mei 2018. Gala Dinner Plt Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA bersama Rektor IPB serta Diskusi Umum Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor yang dilaksanakan pada senin malam di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu yang juga dihadiri Kepala BKSDA Bengkulu, Bupati Kepahiang dan Rektor Universitas Bengkulu yang beberapa rangkaian acara di dalamnya adalah penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Ditjen KSDAE tentang “Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan dalam Rangka Pemeliharaan dan Peningkatan Ruas Jalan Nakau-Air Sebakul Melintasi Cagar Alam Danau Dusun Besar Kota Bengkulu” berdasarkan SK.Menteri LHK Nomor SK.200/MENLHK/ SETJEN/PEG.2/3/2016 tanggal 8 Maret 2016 dan SK. Dirjen KSDAE Nomor S.164/KSDAE/PIKA/KSA.0/3/2018 tanggal 16 Maret 2018. Sebelumnya jalan lingkar (Ring road) Nakau-Air Sebakul yang melintasi cagar alam tersebut dibuka pada 1990-an, namun pada 2000-an ditutup karena berdampak meningkatnya perambahan dan alih fungsi kawasan menjadi perkebunan (sawit) serta menyebabkan daerah resapan air danau yang terus berkurang.

Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BKSDA Bengkulu dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu tentang “Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan dalam Rangka Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Eksisting di TWA Bukit Kaba Kabupaten Kepahiang”.

Rangkaian acara lainnya adalah pelepasan pra purna tugas Kepala Balai KSDA Bengkulu Ir. Abu bakar dengan menyerahkan kenang-kenangan berupa buku dengan Judul “Konservasi Untuk Pembangunan” yang merupakan catatan kecil beliau yang diperoleh dari lapangan. Dimana intisari dari buku tersebut adalah menghapus images yang selama ini melekat terhadap institusi BKSDA sebagai penghambat pembangunan menjadi institusi pemacu pembangunan.   

 

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 23 Jul 2018

BKSDA BENGKULU KEMBALIKAN FUNGSI CA DANAU DUSUN BESAR

Bengkulu 5 April 2018. Kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar (CA DDB) pertama kali ditunjuk sebagai kawasan konservasi sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda melalui Besluit Gubernur Hindia Belanda Stb 1936. Sebagai satu dari dua kawasan konservasi yang berada di pusat Kota Bengkulu tentunya mempunyai keunikan dan potensi yang tinggi, dimana kawasan ini merupakan habitat flora endemik Anggrek Pensil (Papillionanthe hookeriana) dan beberapa flora dilindungi lainnya.

Lokasi yang berada di pusat kota dengan pemandangan hamparan air danau yang cukup menyejukkan mata, ditambah batas kawasan di bagian barat yang berbatasan langsung dengan jalar raya meyebabkan tekanan yang tinggi terhadap kawasan berupa disfungsi kawasan sebagai obyek wisata. Bentuk turunan dari pelanggaran tersebut adalah pendirian pondok-pondok wisata di pinggir danau oleh masyarakat yang juga berjualan makanan dan minuman bagi pengunjung yang hendak menikmati keindahan danau.

Sehingga dengan adanya disfungsi tersebut Balai KSDA Bengkulu beberapa waktu sebelumnya didahului melakukan sosialisasi dan mediasi terhadap masyarakat yang membanguan pondokan di tepi danau juga melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh adat tentang rencana akan dilakukan penertiban dan pengembalian fungsi kawasan yang masih berstatus cagar alam. Aksi ini dilakukan dengan melibatkan Polresta Bengkulu, Polsek Gading Cempaka, Koramil, Intel Korem, Kecamatan Singgaran Pati dan Kelurahan Dusun Besar. Tanpa ada kendala yang berarti, pelakasanaan eksekusi dapat berjalan lancar karena adanya dukungan dan kesadaran dari masyarakat dengan melakukan pembongkaran sendiri pondokan yang telah dibangunnya. Semoga dengan telah dilaksanakannya aksi ini tidak ada lagi pemanfaatan kawasan CA DDB yang tidak sesuai dengan status dan fungsinya.

 

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 23 Jul 2018

MITRA BERKEINGINAN MENINGKATKAN SARPRAS PKG SEBLAT

Bengkulu 2 Maret 2018. Kelanjutan dari pertemuan di Kantor BKSDA Bengkulu antara perwakilan dari PT. Agricinal dengan BKSDA Bengkulu yang bermaksud untuk dapat turut andil dalam peningkatan sarana dan prasarana di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat, Tim yang dipimpin langsung Kepala Balai “Ir. Abu Bakar” bersama owner dari PT. Agricinal melakukan survey lapang untuk mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan prioritas sarpras yang dapat meningkatkan kualitas pengeloaan.

PT. Agricinal yang salah satu lokasi usahanya berupa perkebunan sawit yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Wisata Alam Seblat, yang beberapa tahun silam juga sering bekerjasama dalam penanggulangan konflik gajah liar. Untuk sementara berdasarkan hasil survey lapang dan berdasarkan prioritas kebutuhan adalah akan dibangunnya jembatan yang menyebrangi sungai Air Seblat sebagai penghubung menuju Camp PKG yang telah lama rusak/putus. Dimana kondisi saat ini, petugas maupun wisatawan yang akan menuju lokasi dengan cara menggunakan perahu kecil (sampan) yang dalam kondisi tertentu (arus sungai Air Seblat yang kencang biasanya setelah turun hujan lebat) tidak memungkinkan untuk menyebrangi. Selain itu sarpas lainnya yang juga akan ditingkatkan adalah perbaikan mess PKG serta membangun kebun pakan gajah.

Diharapkan maksud dan keinginan yang baik ini dari PT.Agricinal dapat segera terwujud tanpa mengabaikan aturan-aturan yang berlaku dalam pengembangan/manajemen aset pemerintah. Sehingga hasil akhir yang didapat adalah pengelolaan TWA Seblat khususnya PKG Seblat dapat lebih baik lagi, serta kunjungan dan PNBP dari sektor wisata dapat lebih ditingkatkan lagi.

 

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 23 Jul 2018

WARGA SERAHKAN 3 EKOR ULAR SANCA YANG MASUK KE PEMUKIMAN

Bandar Lampung 2 Maret 2018. Tim Seksi Konservasi Wilayah III Lampung-BKSDA Bengkulu yang terdiri dari Polhut, PEH dan Penyuluh menindaklanjuti berita Radar Lampung Online, yang memberitakan  bahwa salah seorang warga (Efrat Kusumadijaya/50) yang beralamat di Jalan Dr. Susilo, Kelurahan Sumur Batu, Bandar Lampung telah menangkap dan menyelamatkan 3 ekor ular sanca  yang masuk ke pemukiman. Diperkirakan ular tersebut keluar dari sarangnya di dalam selokan air yang tertutup dan menyerupai lubang sarang ular, mencari makan, mengejar mangsanya dan akhirnya masuk ke dalam rumah warga.

Pak Efrat yang alih-alih juga seorang pencinta satwa menyerahkan ular-ular tersebut secara sukarela, dimana selain mencegah timbulnya korban beliau menyadari bahwa satwa liar tersebut harus diselamatkan agar tidak punah dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Oleh tim, ular-ular tersebut dibawa ke PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) BKSDA Bengkulu di Jl. Z.A. Pagar Alam No. 1 B, Bandar Lampung untuk selanjutnya dilakukan observasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. BKSDA Bengkulu juga menghimbau kepada masyarakat jika menemukan satwaliar dilindungi dapat menghubungi call center BKSDA Bengkulu (+62 811-7388100) yang siaga 24 jam menerima aduan masyarakat.

 

Sumber : Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 23 Jul 2018

Copyright © 2017 - 2019 Balai KSDA Bengkulu. All rights reserved.