INTEGRATED SYSTEM Balai KSDA Bengkulu

Search Here

BKSDA BENGKULU TANDATANGANI RPP DAN RKT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SISTEM DETEKSI DINI ANCAMAN TSUNAMI SELAT SUNDA

Jakarta, 25 Maret 2019. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan antara BKSDA Bengkulu dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka Pembangunan Infrastruktur Sistem Deteksi Dini Ancaman Tsunami Selat Sunda untuk Mitigasi Bencana Gunung Anak Krakatau di Cagar Alam dan Cagar Alam Laut (CA dan CAL) Kepulauan Krakatau, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada 15 Maret 2019 yang lalu. Kepala BKSDA Bengkulu, Ir. Donal Hutasoit, M.E. bersama Direktur Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana – BPPT, Ir. Eko Widi Santoso, M.Si. kembali menandatangani dokumen lanjutan berupa Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang juga bertempat di ruang rapat Direktorat Jenderal KSDAE Blok I Lt.8 Gd. Manggala Wanabakti. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal KSDAE, Kepala Biro Humas KLHK, Direktur PIKA, Kasubdit PIKA, Kadishutprov Lampung, Kasubdit Direktorat KK dan Kepala SKW III-Lampung.

Pembangunan infrastruktur sistem deteksi dini ancaman tsunami yang dilakukan di CA dan CAL Kepulauan Krakatau bertujuan untuk mengurangi resiko atau dampak negatif bencana tsunami di Selat Sunda seperti yang terjadi pada 22 Desember 2018 yang lalu. Dimana bencana tsunami yang terjadi tidak didahului adanya gempa bumi. Sarpras yang akan dibangun adalah berupa Cable Based Tsunameter (CBT), dimana nantinya alat tersebut akan memberikan informasi dan peringatan dini terhadap bahaya tsunami akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Semoga dengan adanya alat ini dapat meminimalisir dampak akibat akibat erupsi. Dan pesan pentingnya adalah kesadaran kita semua untuk menjaga bersama-sama keberadaan dan fungsi adanya alat tersebut serta memahami bahwa Kepulauan Krakatau bukan tempat wisata dengan statusnya sebagai kawasan cagar alam.

Diposting oleh: Admin SITROOM, 29 Mar 2019

PEMBAHASAN TINDAK LANJUT EKF CA & CAL KEPULAUAN KRAKATAU PASCA ERUPSI

Bandar Lampung, 27 Februari 2019. Bertempat di ruang rapat Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Lampung, rapat pembahasan tindak lanjut hasil Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) Cagar Alam dan Cagar Alam Laut (CA dan CAL) Kepulauan Krakatau dilaksanakan. Rapat dipimpin langsung oleh Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam, Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc. serta dihadiri oleh seluruh tim teknis dan pihak-pihak terkait lainnya.

Rapat diawali dengan presentasi yang menampilkan kronologis dan tahapan kegiatan EKF dan dokumentasi kondisi terkini Kepulauan Krakatau paska erupsi Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 lalu. Dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dan saran oleh seluruh peserta yang hadir terkait hasil evaluasi dengan memperhatikan kondisi perubahan yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau.

Hal lain yang dibahas dalam rapat ini adalah permasalahan terkait pariwisata yang terjadi di kawasan CA dan CAL Kepulauan Krakatau dan dengan ditetapkannya Krakatau sebagai kawasan strategis prioritas nasional dan menjadi ikon wisata Provinsi Lampung dengan kegiatan tahunannya yaitu festival krakatau. Salah satu upaya BKSDA Bengkulu untuk menanggapi permasalahan itu dengan menerbitkan pengumuman penutupan dan larangan pemasaran paket wisata Krakatau juga menjadi topik bahasan.

Pada bagian akhir, disimpulkan beberapa kesepakan hasil rapat, di antaranya adalah hasil kajian tim teknis evaluasi kesesuaian fungsi CA dan CAL Kepulauan Krakatau yang disajikan dalam laporan akhir sudah tidak dapat lagi menjadi acuan bagi proses perubahan fungsi. Selanjutnya Balai KSDA Bengkulu diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi yang terjadi di CA dan CAL Kepulauan Krakatau.

Sumber: Sarifudin - PEH Balai KSDA Bengkulu

Diposting oleh: Admin SITROOM, 02 Mar 2019

BKSDA BENGKULU BERHASIL TANGKAP PEMBURU HARIMAU

Bengkulu, 4 Desember 2018. Sosialisasi, penyuluhan dan penyadartahuan terhadap masyarakat terkait konservasi sumber daya alam hayati dan eksositemnya yang dilakukan BKSDA Bengkulu dan para mitra selama ini membuahkan hasil. Berdasarkan laporan masyarakat 1 orang tersangka pemburu satwa liar berhasil dibekuk oleh Satgas Polhut Seksi Konservasi Wilayah II, namun 2 orang lainnya berhasil melarikan diri. Tersangka berinisial EE diamankan saat memasang jerat di Desa Sekalak, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, pada Senin (3/12) sore.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa jerat harimau, sepucuk senjata api rakitan (kecepek) dan cairan racun. Berdasarkan hasil introgasi, pelaku pernah berhasil menangkap seekor harimau sumatera sekitar enam bulan lalu. Dimana hasil tangkapan dari perburuan tersebut dijual kepada pengepul asal Lampung yang saat itu datang langsung ke lokasi. Dan saat ini tersangka masih menjalani proses penyidikan di Polres Seluma, serta mendalami jaringan dari pelaku atau pasar gelap penjualan harimau sumatera.

Peran aktif dan kepedulian masyarakat seperti inilah yang sangat diharapkan dan membantu dalam menjaga kelestarian harimau sumatera khususnya dan satwa liar dilindungi lainnya dari kepunahan. Salam Lestari !!!

Sumber: Eka Sophian/PEH - Balai KSDA Bengkulu-Lampung

Diposting oleh: Admin SITROOM, 02 Mar 2019

BKSDA BENGKULU KEMBALI EVAKUASI ULAR SANCA DARI PEMUKIMAN

Bandar Lampung, 6 Desember 2018. Tim rescue satwa liar BKSDA Bengkulu dalam hal ini Seksi Konservasi Wilayah III-Lampung yang di komandani Kepala Unit Polhut Karit, S.P., meluncur ke rumah Anto warga jalan Kota Raja depan Plaza Pos Tanjung Karang Pusat, kota Bandar Lampung untuk melakukan penyelamatan satwa liar atas informasi dari masyarakat yang mengubungi via WA Call Center BKSDA Bengkulu (08117388100). “Saya mohon ular diselamatkan Pak, karena saya tidak tega melihat ular digituin serta meresahkan warga” ujar si pelapor.

Di lokasi tim menjumpai satwa liar berupa 1 ekor ular sanca dengan panjang sekitar tiga meter yang diletakkan di dalam kandang burung di depan rumah. Berdasarkan informasi yang di dapat di lokasi dari salah seorang tetangga yang tidak mau disebutkan identitasnya, bahwa pemilik satwa melata tersebut (Anto) mendapatkan secara tidak disengaja terinjak tengah bersembunyi di depan pintu toilet di samping rumahnya dan diduga keluar dari gorong-gorong hendak memangsa hewan ternak ayam, Rabu (5/12) malam. Dan bersama warga sekitar menangkap ular tersebut dan dimasukkan dalam kandang burung.

“Setelah dievakuasi untuk sementara ular sanca ini dirawat titipkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) untuk direhabilitasi sebelum di lepasliarkan ke habitatnya dan akan berkoordinasi ke pemangku kawasan untuk rencana lokasi dan waktu pelepasliaran” ujar Kepala Seksi, Teguh Ismail, S.Hut., M.A., M.Eng.

Sumber: Irhamuddin/PEH - Balai KSDA Bengkulu-Lampung

Diposting oleh: Admin SITROOM, 02 Mar 2019

Copyright © 2017 - 2019 Balai KSDA Bengkulu. All rights reserved.